Profil Alex “Entruv” Prawira, Content Creator Serba Bisa dengan Segudang Prestasi!

 

26 Januari 2022 – Dalam perjalanan karier, pasti banyak proses dan rintangan yang kadang membuat jalur karier jauh dari bayangan. Hal ini dialami oleh Entruv, mantan pro player sekaligus pelatih yang kini jadi gaming content creator. Sepanjang perjalanan kariernya, banyak kisah menarik sekaligus inspiratif.

 

Dalam bincang santai bersama tim JalanTikus, Entruv menceritakan pengalamannya di industri game. Baginya, proses jatuh-bangun yang dialaminya ternyata berkesan dan menjadi bagian perjalanan hidup yang sebanding dengan hasil yang dicapainya sekarang.

 

Kali ini, Jaka akan membahas profil Entruv berikut cerita-cerita inspiratif di balik perjalanannya yang bisa kamu jadikan motivasi soal peluang karier, kerja keras, dan perkembangan diri, geng. Langsung saja simak artikel berikut ini, yuk!

 

Dari Tim DOTA 2 Amerika ke Tim PUBG Indonesia

 

Profil Entruv 28746

 

Alex Prawira atau yang lebih dikenal sebagai Entruv adalah content creator yang dikenal ahli dalam game PUBG Mobile. Padahal, Entruv mengawali kariernya sebagai pro player DOTA 2 di Amerika Utara sejak 2014.

 

Di Amerika, Entruv menjadi pemain Top 20 Global dan Top 1 Indonesia. Berkat prestasinya, ia pernah direkrut oleh India sebagai pelatih internasional. Hal itu menjadikannya sebagai orang Indonesia pertama yang bisa menjadi international coach.

 

Pada 2016 2017, pria kelahiran 1993 ini mulai main PUBG PC sampai 2018, lalu pindah ke platformPUBG Mobile sampai sekarang. Hebatnya, di tengah-tengah perjalanan tersebut, Entruv sempat jadi pelatih kurang lebih 1 tahun di PUBG Mobile dan Free Fire.

 

“Awalnya pertama di kontak untuk jadi pelatih Free Fire, terus waktu baru mau masuk ternyata juga ada PUBG Mobile. Karena itu, kenapa enggak aku pegang aja sekalian?,” ceritanya dengan antusias.

 

Ulung sebagai Coach Free Fire, Andal sebagai Coach PUBG Mobile

 

Nomine Coach Esport Terfavorit di Indonesia Esports Awards 2020 ini dikenal jago memainkan berbagai genre game, mulai dari MOBA hingga FPS. Keahliannya tersebut berhasil mengantarkan kedua timnya ke panggung juara.

“Dari segi prestasi, jadi satu-satunya pelatih di Indonesia yang bisa bikin dua tim di divisi yang berbeda dan berhasil jadi juara di saat yang bersamaan. Pas zaman PUBG Mobile dan Free Fire, kami bisa juara berbarengan, di mana siangnya turnamen dan malamnya ada turnamen juga,” seru Entruv.

 

Nyatanya, Sukses Menjadi Pro Player Tidak Membuat Entruv Berhenti

 

Entuv menyadari bahwa keahliannya berpotensi lebih dari pemain profesional. Hal tersebut disadarinya setelah merasa kecewa atas penampilannya di London.

 

“Karena itu aku melihat potensi hidup aku bukan di situ (pro player). Apalagi setelah yang di London, kita sempet mainnya jelek banget dan pulang dari situ aku sadar bahwa Tuhan ingin aku ke arah yang lebih baik lagi,” ceritanya.

 

Bagi Entruv, jadi pro player itu mungkin hanya mengandalkan mekanik atau skill mikronya saja. Sedangkan skill makro, manajerial, dan leadership terasa kurang terasah jika hanya menjadi seorang pemain.

 

Turn back point-nya adalah pas aku jadi pelatih, jadi content creator dan streamer di Facebook Gaming. Ternyata orang suka dan aku sadar bahwa Tuhan punya rencana lain buat aku,” lanjutnya seraya tersenyum.

 

Menariknya, ia bahkan ingin melebarkan sayapnya ke bidang bisnis. “Ke depan aku melihat diriku 10 tahun dari sekarang mungkin masih streaming dan jadi content creator, tapi fokus ke arah investing dan bikin bisnis,” ujarnya bersemangat.

 

Taklukkan Tantangan Live Streaming Demi Passion

 

Berawal dari berinteraksi dengan audiens saat live streaming, Entruv jadi suka melakukan hal tersebut. “Sebenernya udah jadi streamer dari tahun 2016, dari waktu masih di US. Aku main game itu suka sendirian, karena itu jarang collab. Akan tetapi, pas live streaming ada yang mau nontonin jadi aku ngobrolnya sama mereka, makanya aku ngerasa streaming itu passion aku,” kenang pria 28 tahun tersebut.

 

“Pasti ada capeknya dan ada juga senangnya, tapi lebih banyak senengnya. Apalagi orang di Facebook itu unik-unik dan ngerasa banyak tantangan baru tiap harinya. Nah, di Facebook kita juga ga cuman dapet dari segi penghasilan doang, tapi mereka juga menyediakan wadah untuk tanding secara kompetitif dan sportif. Bersyukur banget sama pihak Facebook Gaming dan MainGames karena mereka bener-bener care sama creatornya,” lanjutnya.

 

Sebagai informasi, baru-baru ini Entruv bersama timnya, Gesek Gesek yang juga berisikan para gaming creator Facebook, menjadi juara di MainGames Creator Battle Tournament.

 

Creator Battle Tournament adalah salah satu program MainGames Indonesia selaku creator service provider dan partner resmi dari Facebook Gaming, untuk membantu kreator khususnya para kreator Facebook Gaming dalam menghadirkan konten-konten yang lebih menarik.

 

Turnamen ini melibatkan para gaming creator ternama tanah air, total 27 tim atau sebanyak lebih dari 122 gaming creator dengan total hadiah lebih dari Rp450 juta.

 

Lalu, bagaimana cara Entruv membagi waktu antara live streaming dan aktivitas lainnya? Alex Prawira mengatakan bahwa caranya adalah menentukan prioritas.

 

“Pertama aku selalu nge-list prioritas, kedua mana yang menggunakan energi yang paling banyak, jadi yang paling capek aku taruh di depan dulu. Contohnya aja kayak live streaming, mungkin karena aku introvert jadi live streaming 3-4 jam itu capek banget,” ujar player berzodiak Virgo ini.

 

Untuk mengetahui lebih lanjut soal perjalanan karier Entruv, tonton juga video “DLC Jalan Ninja Entruv Naik Conqueror Dalam Berkarir!” di YouTube JalanTikus, ya!

 

Akhir Kata

 

Mengetahui kisah inspiratif Entruv, bagaimana pendapatmu? Apakah kamu salah satu penggemarnya dan ingin mengikuti jejaknya sebagai game streamer?

 

Jika kamu ingin mengembangkan bakat di bidang gaming live streaming, ikuti kelas virtual gratis dari Maingames Academy. Selain dapat ilmu baru menjadi streamer profesional, kamu juga dapat kesempatan bergabung dengan komunitas gaming terbesar, yaitu Facebook Gaming!